Tanggal 20 Mei 2002 Timor Timur (Timtim) merdeka, berdiri sebagai satu negara tersendiri, terlepas dari Indonesia. Prangko pertama pun terbit terdiri dari empat prangko satu seri. Demikian pula sampul hari pertama (SHP).
Kemasan filateli atau philatelic pack yang sederhana juga dikeluarga dengan isi empat prangko satu seri prangko Timtim yang pertama itu. Dasar gambar adalah tenun ikat Timtim yang berwarna-warni indah yang dibuat oleh Yayasan Murak Rai, Dili. Tercantum pula cerita tradisional Timtim di belakang kemasan filateli itu, cerita buaya Timtim, "Apabila mereka melintasi sungai, mereka selalu memanggil, Hei buaya, saya adalah cucumu, jangan makan saya." Prangko dan kemasan filateli dirancang oleg Janet Boschen, Pemotret Prangko adalah Ross Bird (50c, $2), Daniel Groshong dan David Boyce ($1). Tidak tercantum dan tidak diketahui siapa perancang 25c pada kemasan filateli tersebut. Demikian pula tidak tercantum pada SHP-nya.
Surat tandaterima pemesanan pembelian benda filateli Timtim dari Australia Post. Dikirimkan menggunakan pos biasa BUKAN tercatat tanggal 11 Juni 2002 dan diterima 17 Juni 2002 di Tokyo.

Seandainya saja rasa aman pengiriman dan penerimaan surat pos ada di mana-mana, rasanya tak perlu lagi pengiriman tercatat. Cukup kaget saya saat menerima surat dari Australia Post ini, disangka hanya brosur filateli biasa karena diterima pakai pos biasa. Ternyata barang pesanan dan semua terbungkus dengan rapi serta baik. Apakah di Indonesia Pos Indonesia sudah bisa melakukan sebaik ini dan pengiriman tanpa tercatat bisa kita terima dengan baik dan rapi? Moga-moga hal itu bisa terlaksana dalam waktu dekat apabila memang saat ini belum bisa terlaksana. Butuh kedisiplinan tinggi semua insan pos dalam menerima kepercayaan dari masyarakat.

Richard Susilo
Tokyo, June 17, 2002


Created June 1, 2002 | Updated June 17, 2002
Contact: richard@filateli.net