suratkabar.com

Domain For Sale

suratkabar.com

News Indonesia SuratkabarCom

A Gift For You.....

Mempertanyakan Prangko Prisma
10/06/2003 (21:00)

Click Here to Send Messege

[Kirim Pesan]

From:­ "Richard Susilo" 
Date:­ Tue­Jun­10,­2003­ 12:11 am
Subject:­ Siaran Pers Posindo ttg "INUL"


 
Email dari Rekan Mulyana Sadiun
richard
--------
>Subject: Siaran Pers Posindo ttg "INUL"
>Date: Mon, 09 Jun 2003 23:36:37 +0700
>
>Simak "Prangko Inul" :
>
>SIARAN PERS PT POS INDONESIA
>Nomor : 9 / Humas / V / 03
>
>PRANGKO PRISMA
>BOLEH DIPESAN SIAPA SAJA
>
>
>Mencermati informasi yang berkembang akhir-akhir ini khususnya berita yang 
dimuat
>oleh beberapa media cetak dan media elektronik, tentang " PT Pos akan 
menerbitkan
>Prangko Seri yang memuat gambar seorang artis penyanyi INUL ", disampaikan 
bahwa
>manajemen PT Pos merasa perlu untuk memberikan penjelasan untuk meluruskan 
berita
>dimaksud, agar tidak terjadi kekeliruan persepsi di mata masyarakat.
>
>Yang benar adalah bahwa PT Pos Indonesia tidak akan menerbitkan Prangko 
Seri
>Inul, tetapi memungkinkan untuk membuat Prangko Prisma sebagaimana telah 
dilakukan
>oleh banyak pihak selama ini.
>
>Persyaratan dan proses penerbitan Prangko Seri sangat berbeda dengan 
persyaratan
>dan proses pembuatan Prangko Prisma.
>
>Searah dengan perkembangan dan dinamika masyarakat, model perposan 
khususnya
>perprangkoan dan perfilatelian memang mengalami revolusi positif yaitu 
dengan
>dikenalkannya jenis/bentuk prangko "unik" dengan nama PRANGKO IDENTITAS 
MILIK
>ANDA yang populer dengan sebutan Prangko Prisma.
>
>Searah dengan perkembangan dan dinamika masyarakat, model perposan 
khususnya
>perprangkoan dan perfilatelian memang mengalami revolusi positif yaitu 
dengan
>dikenalkannya jenis/bentuk prangko "unik" dengan nama PRANGKO IDENTITAS 
MILIK
>ANDA yang populer dengan sebutan Prangko Prisma.
>
>Sesuai dengan namanya maka melalui Prangko Prisma, kini setiap orang atau 
institusi
>dapat mengekspresikan wajah / foto keluarga atau identitas lain ( logo 
atau
>sejenisnya ) yang dikehendaki, dalam lembaran asli prangko tanpa 
menghilangkan
>fungsi utamanya sebagai alat pengeposan.
>Bentuk Prangko Prisma itu sendiri seperti bentuk prangko pada umumnya, 
akan
>tetapi segi atau ruangnya terbagi dua yaitu segi prangko dan segi untuk 
menampilkan/mengekspresikan
>foto, logo atau tanda lainnya sesuai pesanan.
>
>Yang dapat ditampilkan dalam Prangko Prisma adalah :
>
>Foto wajah, baik satu orang atau lebih
>
>Tulisan/tanda-tangan
>
>Logo/Simbol/Slogan
>
>Gambar, hasil karya seseorang
>
>Iklan suatu produk/jasa
>
>Prangko Prisma mulai diluncurkan di Indonesia pada tanggal 9 Oktober 1999, 
bersama
>dengan peringatan hari jadi UPU (Universal Postal Union) atau Perhimpunan 
Pos
>Sedunia. Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang memproduksi 
prangko
>Prisma, setelah Australia yang mulai meluncurkannya pada bulan Maret 1999. 
Saat
>ini terdapat sekitar 10 negara di dunia yang membuat prangko Prisma.
>
>Pembuatan Prangko Prisma dapat dilayani secara langsung di loket pelayanan 
Prangko
>Prisma di kantorpos, di Unit Bisnis Filateli atau di tempat-tempat khusus 
yang
>disediakan untuk keperluan itu ( misalnya di loket Pameran dlsbnya ) 
dengan
>cara pengambilan foto kemudian ditunggu beberapa saat untuk menerima 
hasilnya.
>
>
>Apabila di kantorpos tidak terdapat layanan Prangko Prisma, dapat dipesan 
melalui
>Mail Order dengan mengisi formulir pemesanan dan menempelkan foto / 
Identitas
>yang dikehendaki, kemudian mengirimkannya ke salah satu Kantorpos yang 
tercantum
>pada formulir pemesanan tersebut.
>
>Terlampir disampaikan informasi lengkap tentang penerbitan sebuah prangko 
di
>PT Pos Indonesia.
>
>Manajer Humas,
>
>MURSALIM
>Nippos : 956066422
>
>
>
>BACK GROUNDER
>Siaran Pers No 9 / Humas / V / 03
>
>PROSES PENERBITAN SEBUAH PRANGKO
>
>Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Dirjen Postel Nomor 
23/Dirjen/2003
>tanggal 13 Maret 2003, maka seluk beluk "Prangko" dapat dijelaskan secara 
ringkas
>sebagai berikut :
>
>Pengertian Prangko
>Prangko adalah benda berharga resmi yang diterbitkan oleh Pemerintah dalam 
hal
>ini Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi yang fungsi utamanya sebagai 
tanda
>pelunasan porto dan bea jasa pos dan proses pencetakannya diperlakukan 
sebagai
>dokumen securiti.
>
>Jenis-jenis Prangko
>
>Prangko Definitif
>
>Adalah prangko yang tidak diterbitkan semata-mata untuk pelunasan porto 
dan
>bea jasa pos, tidak dibatasi masa laku dan masa jualnya, dapat dicetak 
ulang,
>sedangkan penghentian penjualan dan masa lakunya ditetapkan oleh Direktur 
Jenderal
>Postel.
>
>Diterbitkan 1 ( satu ) seri dalam setahun.
>
>
>Prangko Non Definitif, terdiri dari :
>
>Prangko Peringatan : adalaha prangko yang diterbitkan untuk memperingati 
tokoh
>atau peristiwa baik nasional maupun internasional.
>
>Prangko Istimewa : adalah prangko yang diterbitkan dengan maksud sebagai 
ajakan
>kepada masyarakat untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi tujuan 
kehidupan
>bernegara, berbangsa.
>
>Prangko Amal : adalah prangko yang diterbitkan dengan harga tambahan 
tertentu
>untuk mengumpulkan dana guna kepentingan kemanusiaan melalui badan amal 
yang
>ditetapkan oleh pemerintah.
>
>Jumlah cetak ditentukan/dibatasi, tidak dapat dicetak ulang.
>
>Prangko Non Definitif dicetak paling banyak 15 seri dalam setahun.
>
>Masa jual : Selama setahun terbit ditambah 3 tahun berikutnya.
>
>Masa laku : Selama tahun terbit ditambah 5 tahun berikutnya.
>
>Prangko Prisma (Prangko Identitas Milik Anda) :
>
>Adalah prangko yang diterbitkan dalam komposisi bergandengan dengan "tab" 
yaitu
>bidang kosong yang disediakan untuk memuat gambar identitas berbeda dengan 
prangkonya
>yang dipishkan dengan perforasi atau tanda lain dan ukuran tab maksimal 
sma
>dengan ukuran prangko.
>
>Diterbitkan paling banyak 2 (dua) seri dalam setahun.
>
>Jumlah cetak dibatai, tidak dapat dicetak ulang.
>
>Masa laku dan masa jual : sama dengan prangko non definitif.
>
>Gambar identitas yang tercantum pada "tab" prangko Prisma harus sopan, 
tidak
>menyerupai prangko atau meniru prangko.
>
>Kewenangan Penerbitan Prangko
>
>Program penerbitan prangko ditetapkan oleh Direktur Jenderal Postel atas 
usulan
>dari Tim Pembinaan Perprangkoan dan Perfilatelian Nasional. Tim Pembinaan 
terdiri
>dari unsur-unsur Ditjen Postel, PT Pos Indonesia, Perum Peruri, Organisasi 
Filatelis,
>Instansi/lembaga atau perorangan yang dianggap ahli dalam bidangnya
>
>Pencetakan prangko dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero).
>
>Gambar orang atau tokoh yang masih hidup yang dapat dimuat pada atau 
diatas
>prangko hanya PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN.
>
>Orang lain yang masih hidup diluar Presiden dan Wakil Presiden, hanya 
dapat
>ditampilkan pada prangko Prisma, bukan pada prangko itu sendiri, melainkan 
pada
>bidang kosong atau "tab" yang ada disamping prangkonya, Gambar tersebut 
dicetak
>belakangan melalui layanan prangko Prisma di Kantor Pos, baik difoto 
langsung
>ditempat pelayanan atau cukup dengan menyerahkan/mengirimkan foto yang 
sudah
>ada. Blangko prangko Prisma telah dicetak terlebih dahulu dengan seri/tema 
tertentu
>oleh Pemerintah. PT Pos Indonesia mencetak lebih lanjut atas foto, logo, 
gambar,
>pada bidang kosong yang ada pada prangko Prisma.
>
>Ketentuan pencantuman foto, logo, gambar pada prangko Prisma :
>
>Tidak melanggar etika dan norma-norma umum yang berlaku serta sopan.
>
>Mendapat izin dari pemiliknya.
>
>Yang dapat ditampilkan pada prangko Prisma adalah :
>
>Foto seseorang atau lebih dari satu orang
>
>Tulisan/tanda tangan
>
>Logo/simbol/slogan
>
>Gambar hasil karya seseorang
>
>Gambar iklan suatu produk/jasa
>
>Fungsi Prangko Prisma
>
>Dapat digunakan untuk melunasi biaya pengiriman suratpos
>
>Dijadikan koleksi pribadi/keluarga
>
>Sebagai souvenir atau hadiah kepada orang lain
>
>Media promosi suatu produk
>
>Media untuk menyampaikan/memperkenalkan pesan-pesan tertentu
>
>Kantor-kantor yang saat ini tersedia alat pencetakan prangko Prisma adalah 
:
>
>
>Kantor Pos Jakarta Pusat
>
>Kantor Pos Surabaya
>
>Kantor Pos Surabaya Selatan
>
>Kantor Pos Jember
>
>Kantor Pos Yogyakarta
>
>Kantor Pos Semarang
>
>Kantor Pos Denpasar
>
>Kantor Pos Balikpapan
>
>Unit Bisnis Filateli Pusat Bandung
-------

From:­ Agus
Date:­ Thu­May­22,­2003­ 11:46 am
Subject:­ RE: [PRANGKO] Sekali lagi Prangko Inul (PRANGKO PRISMA BOLEH DIPESAN OLEH SIAPA SAJA)


 
Rekan2 filatelis,

Terima kasih mas Erich, Jeli. Ternyata diketahui.

Yang saya pegang, kopian tanpa tanggal, menurut informasi yang saya peroleh 
dirilis tanggal 13 Mei 2003. Waktu itu rekan Berthold di KONI Pusat cerita 
siang itu terima fax dari Humaspos Bandung.

Release tersebut saya kutip sesuai (sedikit) aslinya, sebetulnya ada satu 
baris lagi kalimat yang menyatakan :
"Terlampir disampaikan informasi lengkap tentang penerbitan sebuah prangko 
di PT Pos Indonesia".
Ini yang membuat saya malas mengetik, 2 lembar halaman HVS dengan font 12, 
neh. Isinya kita sudah banyak tahu kalau mau lihat Keputusan Dirjen Postel 
no. 23/Dirjen/2003 tanggal 13 Maret 2003 tentang Ketentuan Penerbitan 
Prangko dan Benda Filateli atau SK sebelumnya yaitu Keputusan Dirjen Postel 
nomor 81/Dirjen/2000.

Tentang batasan tersebut SUDAH ada, kalau sempat dapat brosur pesanan, coba 
dilihat di sana (meski sebagian saja kutipan dari SURAT EDARAN DIREKSI PT 
POS INDONESIA).
Aslinya SE tersebut kita harapkan pak Hari Purnama "hari" 
 berkenan mengirimkannya (file jpg) ke Richard 
Susilo  agar dapat dipasang di website Klik 
http://berifil.com

Di antaranya : pemesan bertanggungjawab (harus tanda tangan di situ) atas 
foto yang diserahkan untuk dicetak. Foto tidak melanggar norma dan susila. 
Cukup panjang. Dulu pernah saya kirim via mailing list ini, sekitar (lupa) 
tengah hingga akhir 2001. Kali aja masih ada di arsip di yahoogroups ini.
File-nya masih di Jalan Cilaki Bandung. Belum ditransfer ke komputer saya.

Sebetulnya saya juga nunggu komentar-komentar seperti ini (beberapa email 
terakhir) agar kita semakin peduli, tak apa kalau sedikit terlambat.

***
Mana komentar rekan2 atas email ini ? :

no.1 Wed, 19 Mar 2003 15:39:25 +0700
Rekan2 filatelis,
Saya dapatkan naskah/file tentang E-Postage ini (di bawah). Mohon kepada
rekan-rekan yang pernah mendapatkan sampul surat dengan E-Postage untuk
dapat membagi informasinya. Bagaimana bentuk cetakan E-postage ini, apakah
seperti barcode?
Bagaimana komentar rekan2, apakah di negeri kita sudah diperlukan?

no.2 Wed, 19 Mar 2003 17:08:09 +0700
Rekan filatelis,
Anda sempat punya koleksi Bayar Porto? Terakhir diterbitkan tahun 1990.
Kabarnya sudah sulit mendapatkannya di kantor pos. Kalau diterbitkan
kembali (dengan desain baru) oleh PT Pos, masih diminati tidak?

no.3 Tue, 25 Feb 2003 16:54:30 +0700
Apakah di antara anggota milis ini ada yang sudah mengumpulkan koleksi
penerbangan perdana masing-masing perusahaan penerbangan ini?

no.4 Wed, 23 Apr 2003 08:36:51 +0700; MASA JUAL dan MASA LAKU prangko (ini 
hilang di jalan ya? Saya 'resend' deh)
Dengan SK yang baru sekarang, yang menyatakan SK lama tidak berlaku, 
bagaimana dengan MASA JUAL prangko terbitan tahun 2000, 2001 yang keburu 
ditarik dari loket Pos?
Bagaimana dengan MASA LAKU prangko terbitan tahun 1998, 1999, dan 2000?

Terima kasih dan
salam filateli,
Agus Wahyudi

At 16:12 22-05-03 +0700, you wrote:
>Akhirnya, sebuah penjelasan resmi. Tapi, Pak Agus, suratnya kok tidak 
>bertanggal?
>Lalu, untuk foto, jelas sudah terjawab kekhawatiran sebagian orang: cuma 
>menampilkan wajah, tidak bisa pantat sedang ngebor.
>
>Namun, masih ada bolongnya, nih. Kalau "Gambar hasil karya seseorang" itu 
>lukis-ulang halaman tengah Playboy, gimana tuh?
>
>Juga, logo/simbol/slogan sebaiknya sudah resmi sehingga tidak melanggar 
>hak cipta, kesopanan, dan hal-hal agama. (Mis. logo "Allah", mungkin 
>tidak bisa diterima sebagian orang.)
>
>Atau Pak Agus punya SK atau semacamnya yang menjelaskan lebih jauh kelima 
>item untuk Prisma ini?
>
>Erich//
>
>-----Original Message-----
>From: Agus [mailto:wahyudi@posindonesia.co.id]
>Subject: [PRANGKO] Sekali lagi Prangko Inul (PRANGKO PRISMA BOLEH
>DIPESAN OLEH SIAPA SAJA)
>
>SIARAN PERS
>NOMOR 9/HUMAS/V/03
>
>----cut----
>
>Yang dapat ditampilkan dalam Prangko Prisma adalah :
> Foto wajah, baik satu orang atau lebih
> Tulisan / Tanda-tangan
> Logo/Simbol/Slogan
> Gambar hasil karya seseorang
> Iklan suatu produk/jasa
>
>----cut----

From:­ "Erich Hermanto Ekoputra" 
Date:­ Thu­May­22,­2003­ 10:12 am
Subject:­ RE: [PRANGKO] Sekali lagi Prangko Inul (PRANGKO PRISMA BOLEH DIPESAN OLEH SIAPA SAJA)


 
Akhirnya, sebuah penjelasan resmi. Tapi, Pak Agus, suratnya kok tidak
bertanggal?
Lalu, untuk foto, jelas sudah terjawab kekhawatiran sebagian orang: cuma
menampilkan wajah, tidak bisa pantat sedang ngebor.

Namun, masih ada bolongnya, nih. Kalau "Gambar hasil karya seseorang" itu
lukis-ulang halaman tengah Playboy, gimana tuh?

Juga, logo/simbol/slogan sebaiknya sudah resmi sehingga tidak melanggar hak
cipta, kesopanan, dan hal-hal agama. (Mis. logo "Allah", mungkin tidak bisa
diterima sebagian orang.)

Atau Pak Agus punya SK atau semacamnya yang menjelaskan lebih jauh kelima item
untuk Prisma ini?

Erich//


-----Original Message-----
From:­ Agus 
Date:­ Thu­May­22,­2003­ 9:56 am
Subject:­ Sekali lagi Prangko Inul (PRANGKO PRISMA BOLEH DIPESAN OLEH SIAPA SAJA)


 
SIARAN PERS
NOMOR 9/HUMAS/V/03

PRANGKO PRISMA
BOLEH DIPESAN OLEH SIAPA SAJA

Mencermati informasi yang berkembang akhir-akhir ini khususnya berita yang 
dimuat oleh beberapa media cetak dan media elektronik, tentang ?T Pos akan 
menerbitkan Prangko Seri yang memuat gambar seorang artis penyanyi INUL, 
disampaikan bahwa manajemen PT Pos merasa perlu untuk memberikan penjelasan 
khusus untuk meluruskan berita dimaksud, agar tidak terjadi kesalahan 
persepsi di mata masyarakat.

Yang benar adalah PT Pos Indonesia memang telah menerima pesanan pembuatan 
Prangko Prisma dari pihak manajemen yang menangani artis tersebut dan saat 
ini masih dalam proses pembahasan pemesanan, sesuai dengan prosedur 
pemesanan Prangko Prisma, artinya belum ada kesepakatan final tentang 
pembuatan itu sendiri.

Gagasan pembuatan Prangko Prisma artis tersebut muncul dari pihak manajer 
artis bertalian, sedangkan PT Pos memberlakukan pemesanan tersebut seperti 
halnya pemesanan dari pihak-pihak lain (baik perorangan maupun institusi) 
dan fenomenal artis tersebut sendiri, bagi PT Pos Indonesia dipandang bukan 
sebagai salah satu peluang bisnis.

Searah dengan perkembangan dan dinamika masyarakat, model perposan 
khususnya perprangkoan dan perfilatelian mengalami revolusi positif yaitu 
dengan dikenalkannya jenis/bentuk prangko ?nik dengan nama PRANGKO 
IDENTITAS MILIK ANDA yang populer dengan sebutan Prangko Prisma Sesuai 
dengan namanya maka melalui Prangko Prisma, kini setiap orang atau 
institusi dapat mengekspresikan wajah / foto keluarga atau identitas lain 
(logo atau sejenisnya) yang dikehendaki, dalam lembaran asli prangko tanpa 
menghilangkan fungsi utamanya sebagai alat pengeposan. Bentuk Prangko 
Prisma itu sendiri seperti bentuk prangko pada umumnya, akan tetapi segi 
atau ruangnya terbagi menjadi dua yaitu segi prangko resmi PT Pos Indonesia 
dan segi untuk menampilkan/mengekspresikan foto, logo atau tanda lainnya 
sesuai pesanan.

Yang dapat ditampilkan dalam Prangko Prisma adalah :
 Foto wajah, baik satu orang atau lebih
 Tulisan / Tanda-tangan
 Logo/Simbol/Slogan
 Gambar hasil karya seseorang
 Iklan suatu produk/jasa


Prangko Prisma mulai diluncurkan di Indonesia pada tanggal 9 Oktober 1999, 
bersamaan dengan peringatan hari jadi UPU (Universal Postal Union) atau 
Perhimpunan Pos Sedunia. Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang 
memproduksi Prangko Prisma, setelah Australia yang mulai meluncurkannya 
pada bulan Maret 1999. Saat ini terdapat sekitar 10 negara di dunia yang 
membuat prangko Prisma.

Pembuatan Prangko Prisma dapat dilayani secara langsung di loket pelayanan 
Prangko Prisma di Kantorpos, di Unit Bisnit Filateli atau di tempat-tempat 
khusus yang disediakan untuk keperluan itu (misalnya di Lokasi Pameran 
dlsbnya ) dangan cara pengambilan foto pemesanan secara langsung atau 
menyerahkan foto kemudian ditunggu beberapa saat untuk menerima hasilnya.

Apabila di Kantorpos tidak terdapat layanan Prangko Prisma, dapat dipesan 
melalui Mail Order dangan mengisi formulir pemesanan dan menempelkan foto / 
Identitas yang dikehendaki, kemudian mengirimkannya ke salah satu Kantorpos 
yang tercantum pada formulir pemesanan tersebut.

Manajer Humas

Mursalim
Nippos : 956066422
----------------------------
From:­ "Berthold Sinaulan" 
Date:­ Thu­May­22,­2003­ 3:49 am
Subject:­ Re: Perangko Inul/Nina Chang


 
Saya sebenarnya sibuk, tapi beberapa teman meminta saya menanggapi e-mail 
ini, agar memberikan penjelasan kepada sdr.Nina Chang yang tampaknya belum 
mengerti:
1.Silakan baca e-mail dari Kak Yung Benson yang saya kutipkan di sini:

Jawaban Kak Yung Benson, Juri Pameran Filateli Internasional/FIP:

Perangko "Prisma" itu sebenarnya berasal dari Australia yg disebut
"Personalised stamp" yg pertama diadakan pada pameran filately International
di Melbourne 1999.
Tujuan diadakannya "Personalised Stamp" ini adalah untuk menarik orang ke
pameran filateli dan sekaligus merupakan income yg lumayan bagi pihak pos
sebagai salah satu dana menyelenggarakan pameran tsb..

Sebab itu jika kita pergi ke pameran2 filately international selalu ada
stand "Personalised Stamp" ini yg disingkat menjadi "P Stamp".
Kita selalu melihat orang2 pasti ngantri panjang untuk membuat foto wajahnya
pada perangko pameran ybs.

2.Sebaiknya sdr.Nina Chang tidak asbun, cari tahu dulu informasi lengkap 
baru bicara, contohnya yang Anda ucapkan, saya kutipkan di sini:
apalagi dikoleksi (kecuali fotonya sendiri kali). Yang agak lain, di 
Indonesia prangko ini malah diperdagangkan sebagai benda koleksi (prisma 
ucapan selamat, papua, pupuk kaltim dll).

Apa betul yang diucapkan sdr.Nina Chang? Prangko Prisma justru lebih banyak 
dijadikan benda koleksi, dan bukan hanya untuk foto pribadi. Contoh paling 
aktual, dalam Jambore Kanada bulan Juli mendatang, sudah disiapkan Sampul 
Peringatan (SP) dengan Prisma Kanada (di sana namanya Picture Postage) 
dengan logo Jambore dan cap pos khusus dan dijual kepada para filatelis.
Prisma Hong Kong banyak dipakai perusahaan untuk promosi perusahaan, selain 
itu di Singapura dan Inggris, juga banyak lembaga non-profit maupun 
perusahaan membuat SP dengan Prisma dan cap pos khusus yang dijual kepada 
filatelis dan dibagikan kepada klien-kliennya.

3.Ini saya kutipkan lagi dari Topical Time, majalah resmi ATA (Asosiasi 
Filatelis Tematik Amerika) - di mana sdr.Richard Susilo jadi life member, 
dan anda pun bisa jadi life member, karena persyaratannya hanya membayar US$ 
400.-, edisi Mar-Apr.2001. Mantan Presiden ATA, Fred Foldvary, yang juga 
filatelis kawakan AS mengatakan begini di Topical Time:

"The stamp on which a personalized photo is placed is still a legitimate 
postage stamp. As for exhibiting, the rule should be modified to permit one 
mint P-stamp and up to three covers franked with one or more postally used 
P-stamps. This would enable P-stamp to be included in a thematic exhibit".

Selain itu, P-stamp setahu saya juga sudah pernah diikutkan dalam pameran 
filateli, di kelas modern philately dan open class.

Kalau sdr.Nina Chang masih ingin informasi lagi, mohon tunggu sampai selesai 
HUT Jakarta 22 Juni 2003, karena saya sibuk sekali.
BTW, saya ingin tahu sdr.Nina Chang sudah pernah ikut pameran filateli di 
mana saja? (baik tingkat lokal, nasional, regional/Asia-Pasifik, maupun 
tingkat dunia), dan koleksinya apa ya?
Terima kasih.

Berthold DH Sinaulan (belum pernah ke Australia tapi punya koleksi Prisma 
Australia, mint & used)
Kolektor "The 1937 World Scout Jamboree", "Scouting in Indonesia", dan "From 
Meester Cornelis to Jakarta Jatinegara" (yang terakhir postal history).
KHUSUS UNTUK KOLEKSI FROM MEESTER CORNELIS TO JAKARTA JATINEGARA SAYA MASIH 
MENCARI UNTUK DIBELI SAMPUL ATAU KARTUPOS DENGAN CAP POS MEESTER CORNELIS 
LANGSTEMPEL dan DJATINEGARA dari masa pendudukan Jepang (1942-1945).

>From: Nina Chang 
>Reply-To: PRANGKO@yahoogroups.com
>To: PRANGKO@yahoogroups.com
>Subject: Re: [PRANGKO] Re: Perangko Inul
>Date: Tue, 20 May 2003 10:40:38 -0700 (PDT)
>
>Kalau ada teman yang lain tersinggung dengan email saya kemarin,
>very sorry deh, ngak ada niat gitu , wong yang dingomongin koq terus
>INUL saja.
>Soal usulan tuh kan buat wacana perbandingan aja, mau didengar atau tidak, 
>ngak ada yang maksa, itu kebetulan kejadiannya pas di bulan Mei
>Saya secara pribadi tidak kenal Pak Richard, atau rekan yang lainnya, hanya 
>secara kebetulan saya ikut di milis ini beberapa bulan lalu.
>Saya pernah tinggal di Australia thn 1995 lalu, setahu saya disana prangko 
>prisma bukan tema filateli/eksibisi, rasanya koq ngak pernah ada yang 
>mempertandingkannya, apalagi dikoleksi (kecuali fotonya sendiri kali). Yang 
>agak lain, di Indonesia prangko ini malah diperdagangkan sebagai benda 
>koleksi (prisma ucapan selamat, papua, pupuk kaltim dll). Oh ya, di 
>Australia prisma itu asalnya dari kata mereka "personalized stamp" alias 
>prangko pribadi.
>Sorry buat rekan lebih pinter dari saya, ini cuma pendapat pribadi.
>* : )
>
>old Sinaulan  wrote:
>Kenapa harus tanya Pak Richard?
>Kalau anda punya usulan penerbitan prangko, SS, SP atau lainnya kenapa 
>tidak
>diajukan? Silakan ajukan ke Ditjen Postel atau melalui Posindo?
>Justru yang kita bicarakan jangan sampai yang mengaku senior atau pakar itu
>justru tidak mengerti bahwa nggak mungkin terbit prangko Inul atau orang
>lain selain Presiden dan Wapres RI (kalau tokohnya masih hidup), kecuali di
>prangko Prisma.
>O ya, saya jadi ragu dengan kemampuan logika Anda, bagaimana Prisma nggak
>ada hubungannya dengan filateli? Tahukah Anda justru Prisma pertama kali
>diterbitkan di dunia (tepatnya di Australia) justru pada pameran filateli.
>Terima kasih.
>
>
>
>
> >From: Nina Chang
> >Reply-To: PRANGKO@yahoogroups.com
> >To: PRANGKO@yahoogroups.com
> >Subject: Re: [PRANGKO] Re: Perangko Inul
> >Date: Thu, 15 May 2003 10:42:51 -0700 (PDT)
> >
> >Yang dibicarakan itu jelas berbeda, coba tanya aja Pak Richard.
> >Mengapa ngak coba bahas hal-hal lain, misalnya:::
> >1. Perayaan WAISAK tahun ini di Borobudur tepat 50 thn (EMAS),
> > Mengapa ngak kepikir misalnya kelluar SS atau SP?
> > Bukankah kita harus bangga dengan salah satu dari 7 keajaiban
> > di dunia yang tersisa, ini kan kebanggaan bangsa.
> >2. Rudy Hartono, baru saja dipilih Goldquest sebagai tokoh tahun ini,
> > setara dengan tokoh dunia lainnya, kenapa Pos ngak kepikir misalnya
> > keluar SP dengan duplikat emasnya, atau SS untuk pameran
> > misalnya?
> >3. Masih banyak...banyak lainnya.
> >INUL hanya kontroversial, kita tahu itu prisma doang, mana ada hubungan
> >dengan filaeli???
> >Maaf, Jika banyak "fans"nya, wa ngak IRI, koq!
> >Berthold Sinaulan wrote:
> >Justru itu, kita sedang membicarakan filateli dan prangko secara umum.
> >Mestinya yang senior dan pakar mengerti dong mengenai tata cara 
>penerbitan
> >prangko, jangan ASBUN, nggak mungkin dong prangko Inul terbit kalau bukan
> >Prisma, kan sudah jelas aturannya, tokoh yang masih hidup yang dapat
> >diterbitkan gambarnya sebagai prangko hanya Presiden dan Wapres RI. Is it
> >clear for you or not????!!!!!
> >
> > >From: Nina Chang
> > >Reply-To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > >To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > >Subject: Re: [PRANGKO] Re: Perangko Inul
> > >Date: Wed, 14 May 2003 09:43:01 -0700 (PDT)
> > >
> > >ASAL BUNYI AJA....
> > >STOP deh, bahas INUL INUL DAN INUL......
> > >Koq ngak balik kanan ngomong tenatng filateli aja sih.
> > >Nina.
> > >!!!
> > >
> > >
> > >--- Berthold Sinaulan wrote:
> > > >
> > > > Ini sih bukan soal demokrasi, tapi soal bagaimana
> > > > kita memposisikan diri,
> > > > kalau tidak mengerti lebih baik tidak asbun, bukan
> > > > begitu?
> > > >
> > > > >From: "Richard Susilo"
> >
> > > > >Reply-To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > > > >To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > > > >Subject: Re: [PRANGKO] Re: Perangko Inul
> > > > >Date: Mon, 12 May 2003 09:50:58 +0000
> > > > >
> > > > >ha...ha..ha...rame juga soal Inul ya di forum ini.
> > > > >baguslah kita punya demokrasi ternyata jalan dengan
> > > > excellent.
> > > > >salam selamat mengumpulkan prangko
> > > > >rs
> > > > >
> > > > > >From: "Berthold Sinaulan"
> > > > > >Reply-To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > > > > >To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > > > > >Subject: Re: [PRANGKO] Re: Perangko Inul
> > > > > >Date: Mon, 12 May 2003 08:41:05 +0000
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >Iya nih, Pak Richard kan senior,mestinya lebih
> > > > mengerti bahwa sesuai
> > > > >aturan:
> > > > > >a.prangko hanya diterbitkan oleh Ditjen Postel
> > > > bukan Posindo
> > > > > >b.yang dicetak Posindo adalah Prisma (prangko
> > > > identitas milik anda),
> > > > >desain
> > > > > >di bagian tab-nya. siapa pun bisa tampil di situ
> > > > asal desainnya sopan.
> > > > > >c.tokoh yang masih hidup yang bisa tampil di
> > > > prangko (bukan Prisma)
> > > > >hanyalah
> > > > > >Presiden dan Wapres RI
> > > > > >
> > > > > >begitu kan Pak Richard? Pasti Pak Richard lebih
> > > > tahu dari kita.
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > > >From: "Anna Wid."
> > > > > > >Reply-To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > > > > > >To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > > > > > >Subject: Re: [PRANGKO] Re: Perangko Inul
> > > > > > >Date: Sun, 11 May 2003 20:40:57 -0700 (PDT)
> > > > > > >
> > > > > > >Iya nih pak Richard kog begitu jawabannya,nanti
> > > > kalau
> > > > > > >ada perangko Inul beneran Bapak jangan malu lho
> > > > ya...
> > > > > > >Saya rasa nggak ada salahnya Inul dibuat
> > > > perangko..so
> > > > > > >jangan menghakimi dengan pantas and tidak
> > > > pantasnya,
> > > > > > >hati-hati lho kalau menilai orang lain !!
> > > > > > >
> > > > > > >
> > > > > > >--- Berthold Sinaulan
> > > > wrote:
> > > > > > > > ini jawaban dari orang yang nggak ngerti,
> > > > lebih baik
> > > > > > > > tidak menjawab kalau
> > > > > > > > tidak mengerti apa-apa
> > > > > > > >
> > > > > > > >
> > > > > > > > >From: "Richard Susilo"
> > > > > > > > >Reply-To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > > > > > > > >To: PRANGKO@yahoogroups.com
> > > > > > > > >Subject: [PRANGKO] Re: Perangko Inul
> > > > > > > > >Date: Fri, 09 May 2003 17:00:17 -0000
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >Posindo akan terbitkan atau tidak prangko
> > > > Inul,
> > > > > > > > saya tidak tahu.
> > > > > > > > >Silakan orang Posindo menjawabnya.
> > > > > > > > >Soal pantas atau tidaknya menerbitkan
> > > > prangko Inul,
> > > > > > > > tegas-tegas saya
> > > > > > > > >katakan tidak pantas. Gampang saja kok.
> > > > Sudah
> > > > > > > > pernah dapat bintang
> > > > > > > > >jasa atau tidak dari pemerintah Indonesia
> > > > si Inul
> > > > > > > > itu?
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >richard
> > > > > > > > >--------
> > > > > > > > >
> > > > > > > > >--- In PRANGKO@yahoogroups.com, "Abraham
> > > > Sihombing"
> > > > > > > >
> > > > > > > > >wrote:
> > > > > > > > > > Bung Richard...bener nggak seh PT Pos
> > > > Indonesia
> > > > > > > > akan mengeluarkan
> > > > > > > > >perangko bergambar Inul?...mohon
> > > > penjelasannya,
> > > > > > > > bung. Terima kasih.
----------------------------------
From:­ "Richard Susilo"
Date:­ Tue­May­20,­2003­ 10:40 pm
Subject:­ Mempertanyakan Prangko Prisma
 
Klik http://berifil.com
---------------------

Sejak penerbitan prangko prisma Inul, memang cukup menarik perhatian kita 
bersama. Bagi saya, bukan soal siapa atau apa yang ada di dalam prangko 
prisma, tetapi penggarapan prangko prisma penuh dengan dualisme.

Di satu pihak kita tahu Posindo memang butuh duit karena saat ini banyak 
merugi, lain dengan 10 tahun lalu yang punya cerita sukses dan keuntungan 
berlipat, maka butuh suntikan dana dari penjualan model prangko prisma.

Di lain pihak, bagi dunia filateli perlu dipertanyakan lagi ketentuan yang 
ada mengenai penerbitan prangko prisma, agar tidak melenceng nantinya dari 
alur kebijaksanaan penerbitan prangko yang sesungguhnya.

Nah, ketentuan yang ada mengenai prangko prisma, terus terang hanya 
segelintir orang saja yang mengetahui dan ketentuan itu pun, walaupun belum 
pernah saya baca, saya yakin banyak "bolong-bolong" dan patut kita 
pertanyakan bersama. Wajar memang, karena tak ada gading yang tak retak 
setelah beberapa tahun terakhir ini muncul prangko prisma.

Agar baik kiranya bagi semua pihak, tentu saja kita harapkan ketentuan 
penerbitan prangko prisma ini, misalnya SKDireksi Pos No. sekian, tanggal 
sekian itu, dipublikasikan di sini, lalu kita sempurnakan bersama-sama.

Sangat diharapkan SK Direksi Pos itu kiranya bisa diungkap di sini, kalau 
malas mengutip, bisa dikirimkan ke saya untuk di scan lalu ditampilkan di 
layar maya (internet) yang bisa kita baca bersama.

Dinantikan.
-----------------

From:­ "Y.Benson" 
Date:­ Wed­May­21,­2003­ 11:56 am
Subject:­ Re: [PRANGKO] Mempertanyakan Prangko Prisma


 
Perangko "Prisma" itu sebenarnya berasal dari Australia yg disebut
"Personalised stamp" yg pertama diadakan pada pameran filately International
di Melbourne 1999.
Tujuan diadakannya "Personalised Stamp" ini adalah untuk menarik orang ke
pameran filateli dan sekaligus merupakan income yg lumayan bagi pihak pos
sebagai salah satu dana menyelenggarakan pameran tsb..

Sebab itu jika kita pergi ke pameran2 filately international selalu ada
stand "Personalised Stamp" ini yg disingkat menjadi "P Stamp".
Kita selalu melihat orang2 pasti ngantri panjang untuk membuat foto wajahnya
pada perangko pameran ybs.

Sekarang "P Stamp" ini juga dapat di buat walaupun tidak ada pameran, yaitu
dgn memberikan foto anda pada pihak "P stamp/ Prisma".

Berikut ini mungkin dapat anda lihat contohnya dari Australia yg bisa anda
buka
di website ini, lalu anda pilih "Personalised Stamp".
http://www.auspost.com.au/philatelic/stamps/intro.asp

Adapun tujuan utama perangko Prisma adalah menampilkan wajah anda sendiri,
atau handai taulan dan untuk dikirim diantaranya atau dikoleksi sendiri.
Saya kurang tahu kalau ternyata dapat di komersilkan dgn menampilkan wajah
Inul dsb.

salam,
kak Yung

--------------
Suara Merdeka
Sabtu, 10/05/03 : 16.40 WIB
­
­

Disiapkan Perangko Inul 4 Pose ­

Semarang, CyberNews. Rencana mencetak perangko bergambar penyanyi dangdut Inul Daratista sudah mendekati final. PT Pos Indonesia telah menyiapkan empat pose penyanyi yang terkenal dengan goyang ngebornya itu.

Ide pembuatan perangko tersebut khabarnya dari PT Pos Indonesia wilayah VI Jateng. Bahkan gambar perangko dengan format Perangko Identitas Anda (Prisma) sudah dipajang di papan pengumuman Kantor Pos Besar Semarang sejak Kamis (8/5).

Namun, entah mengapa gambar-gambar tersebut, Sabtu (10/5) pagi, dilepas dari tempatnya. Ketika SM CyberNews meminta contoh perangko Inul, petugas PT Pos tidak bersedia memberikannya. ''Kami memang sudah memiliki contoh perangko Inul, namun belum ada keputusan apakah perangko tersebut jadi diterbitkan atau tidak,'' kata seorang staf Kantor Pos Besar Semarang, Sabtu (10/5).

Supervisor Benda Pos dan Materai Kantor Pos Besar Semarang, Kris Basuki juga belum bersedia memberikan keterangan mengenai rencana penerbitan perangko Inul. ''Soal perangko Inul silahkan Anda menghubungi kantor pusat di Bandung,'' katanya.

Ia hanya menjanjikan setelah rencana penerbitan perangko tersebut disetujui manajemen di pusat, pihaknya akan segera mempublikasikan ke masyarakat. ''Tapi tolong untuk sekarang jangan diekspose dulu,'' pintanya.

Mengenai dasar ide menggunakan foto Inul sebagai gambar di perangko, Kris juga tidak bersedia menjelaskan. Ketika SM CyberNews mengkonfirmasikan masalah tersebut ke kantor pusat PT Pos Indonesia di Bandung ternyata instansi tersebut libur.

Menarik Perhatian

Empat contoh perangko Inul yang dipajang di papan pengumuman Kantor Pos Besar Semarang sejak Kamis (8/5) menarik perhatian para pengunjung. Bahkan, setelah ada pemberitaan soal rencana penerbitan perangko itu sejumlah masyarakat banyak yang datang untuk melihat.

Beberapa orang yang sempat melihat perangko itu menuturkan, perangko-perangko tersebut sebenarnya cukup menarik. Apalagi, saat ini penyanyi asal Pasuruan Jawa Timur itu sedang naik daun. ''Saya pernah mau membeli perangko itu untuk koleksi tetapi petugas menyatakan belum resmi diedarkan,'' kata Hartanto, warga Jalan Pusponjolo, Semarang Barat.

SM CyberNews juga sempat melihat perangko tersebut sekitar setengah jam sebelum dilepas. Namun, ketika akan dipotret dilarang oleh petugas karena harus ada ijin resmi dari kantor pusat.

Foto Inul dalam perangko tersebut terdapat empat pose masing-masing sebesar 25x15 Cm. Masing-masing sedang bergaya ''ngebor'' dengan perangko Rp 1.000 berdampingan dengan gambar kantor PT Pos. Kemudian pose berdiri dengan ke dua tangan diangkat ke atas dan disebelahnya terdapat bunga mawar dengan harga Rp 900.

Pada dua gambar perangko itu, Inul mengenakan setelan baju ketat berwarna hijau muda menyala. Sedangkan dua gambar lainya Inul sedang berpose menyilangkan tangan dengan sorot mata menggoda, perangko ini bernilai Rp 1.000 per keping. Gambar satunya Inul berpose goyang dengan dua tangan dikepalkan ke depan mengenakan setelah baju merah muda ketat. Perangko itu per keping dijual Rp 1.000.

Sejumlah pedagang benda pos di depan kantor pos besar Johar itu juga merasakan dampak dari rencana pembuatan perangko gambar Inul ini. Sejak Sabtu (10/5) pagi masyarakat banyak yang menanyakan apakah mereka menjual perangko gambar inul. ''Paling tidak sampai saat ini (kemarin siang-red) sudah ada 10 orang yang menanyakan soal perangko itu,'' kata seorang pedagang.

Petugas di konter Prisma kantor pos besar Semarang mengakui banyak masyarakat yang ingin membeli perangko tersebut. Tetapi, karena belum mendapat ijin resmi untuk diedarkan pihak PT Pos belum berani menjual ke masyarakat. (waa/Cn08)


HOME | Today's News | Shopping | Add URL

Copyright 1999-2003 © SuratkabarCom Online