| |
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/ist |
|
| |
Nama:
Richard Susilo
Lahir:
Jakarta, 15 Maret
Kebangsaan:
Indonesia
Agama:
Katolik
Pendidikan:
MBA (Master of Business Administration) dari Universitas Newport,
Amerika Serikat
Pekerjaan:
= Presdir Office Promosi Ltd (11 Agustus 2003 - sekarang)
= Koresponden Televisi RCTI, (1 April 2004 - sekarang)
= Koresponden Koran KOMPAS (1 Mei 2002-12 Juli 2004)
= Penyiar Radio Japan, NHK (sejak Mei 1997 sampai dengan Maret 2003,
khususnya acara Gema Jepang)
= Koresponden koran ekonomi BISNIS INDONESIA (sejak Agustus 1993 sampai
dengan 30 April 2002) sebagai Kepala Biro Tokyo
= Koordinator Japan Indonesia Economic Forum (16 April 2003 sampai
sekarang)
= Direktur Japan Spa Association (JSPA)
Pengalaman lain:
1. Penasehat Filateli Pemerintah Indonesia (anggota Dewan Pembina
Perfilatelian Indonesia yang diketuai Dirjen Postel) (1990-1993)
2. Pengajar di Perguruan Tinggi Pos, Bandung (1993)
3. Mantan Sekretaris Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Cabang
Jakarta
4. Mantan Ketua Himpunan Penulis Filateli Indonesia
5. Komisaris Indonesia untuk Pameran Filateli Remaja Internasional
Dusseldorf 1990
6. Penceramah Filateli di berbagai tempat di Indonesia (Padang, Yogyakarta,
Bandung, Bogor, Lampung, Semarang, Lasem, dan sebagainya)
7. Juri Tetap Filateli Nasional Indonesia
8. Ketua Panitia Pameran Filateli (mulai lokal sampai dengan Nasional) di
Indonesia. Komisaris Eksekutif ASEANPEX'92.
9. Ketua panitia kegiatan filateli lain (Lomba Clipping, Lomba Penulisan
Filateli, dll)
10. Anggota PFI sejak tahun 1973 dan Redaksi "Berita Filateli" or BERIFIL
(1980-1993), diterbitkan sebulan sekali.
11. Penemu kata Carik Kenangan - terjemahan dari Souvenir Sheet (1985),
kata Prangko Damping untuk terjemahan Se-Tenant (1985) dan kata Prangko
Gulung untuk terjemahan Coil Stamps (1985)
Buku-buku:
1. Mengenal Philateli di Indonesia (1982) - Untuk memperingati 60
tahun PFI
2. Bunga Rampai Filateli I (21 Juni 1984)
3. Bunga Rampai Filateli II (5 Desember 1986)
4. Penggalangan Dana Filateli (15 Maret 1989)
5. Pengetahuan Filateli Dasar I (17 April 1993)
6. Mengenal Filateli 2002 (31 Mei 2002)
7. Menuai Keuntungan Filateli (17 Agustus 2002)
8. Rubrik Obrolan Pak Komis dan Pak Pos di Majalah Merpatipos edisi Maret
1986 - Sejauhmana motifnya dipahami dan membentuk sikap para karyawan pos
di Kantorpos Besar Kelas I Jakarta (30 Mei 1986)
Organisasi:
= Anggota seumur hidup dari American Philatelic Society (APS) dan
American Philatelic Research Library (APRL)
= Anggota Seumur Hidup dari American Topical Association (ATA)
= Anggota Japan Philatelic Society (JPS member #S-3113)
= Anggota The Royal Philatelic Society London (RPSL)
= Anggota Kisha Club, Persatuan Wartawan Jepang, sejak 1993.
= Anggota Foreign Corresponden Club of Japan (FCCJ), Persatuan Wartawan
Asing di Jepang, sejak 1993.
Penghargaan:
= Penghargaan dari Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia
sebagai Filatelis Indonesia yang telah banyak berjasa mengembangkan
perfilatelian di Indonesia - 1997. Namun Penghargaan tersebut ditolak
karena merasa belum pantas menerima.
|
|
| |
|
|
|
|
BIOGRAFI Richard Susilo
Penemu Kata Carik Kenangan
Dia seorang jurnalis dan filatelis berkebangsaan Indonesia yang
berdomisili di Tokyo, Jepang. Pria kelahiran Jakarta 15 Maret, ini selain
aktif sebagai wartawan, juga berperan sebagai Kordinator Forum Ekonomi
Jepang- Indonesia dan Direktur Japan Spa Association (JSPA). Filatelis ini
adalah penemu kata 'carik kenangan' sebagai terjemahan dari Souvenir Sheet
(1985).
Sebagai jurnalis yang hobi filateli, Richard Y Susilo, juga penemu kata
Prangko Damping untuk terjemahan Se-Tenant (1985) dan kata Prangko Gulung
untuk terjemahan Coil Stamps (1985). Penganut agama Roma Katolik ini
telah mengumpulkan prangko, sejak tahun 1970.
Pria berbintang Pisces dan memiliki shio kerbau air menurut
astrologi Cina, ini juga telah menulis beberapa buku mengenai filateli, di
antaranya:
1) Mengenal Philateli di Indonesia (1982), untuk memperingati 60 tahun
PFI;
2) Bunga Rampai Filateli I (21 Juni 1984);
3) Bunga Rampai Filateli II (5 Desember 1986);
4) Penggalangan Dana Filateli (15 Maret 1989);
5) Pengetahuan Filateli Dasar I (17 April 1993);
6) Mengenal Filateli 2002 (31 Mei 2002); dan
7) Menuai Keuntungan Filateli (17 Agustus 2002).
Peraih gelar MBA (Master of Business
Administration) dari Universitas Newport, Amerika Serikat, ini sejak 11 Agustus 2003
sampai sekarang bertugas sebagai Presdir Office Promosi
Ltd.
Dalam tugas jurnalistik, dia juga aktif sebagai Koresponden Televisi
RCTI (1 April 2004 - sekarang), Koresponden Koran KOMPAS (1 Mei 2002-12
Juli 2004) dan juga penyiar Radio Japan, NHK (sejak Mei 1997 sampai Maret
2003, khususnya acara Gema Jepang). Selain itu, dia juga aktif menulis di
berbagai media di Jepang, di antaranya Indonesia Business Weekly, The
Japan Times, dan Asahi Evening News, serta beberapa media Jepang berbahasa
Jepang.
Sebelumnya, dia pernah aktif sebagai koresponden koran ekonomi Bisnis
Indonesia (Agustus
1993 -30 April 2002) sebagai Kepala Biro Tokyo. Juga sempat
menjadi Wartawan Harian Prioritas dan penulis tetap filateli di koran
Sinar Harapan sejak 1976, majalah Sahabat Pena dan beberapa media cetak
Indonesia lainnya.
Richard juga memiliki kemampuan alamiah sebagai Web Designer untuk
beberapa situs seperti
www.suratkabar.com, www.spirals.biz,
www.japanindonesia.com,
www.internpro.com,
www.filateli.net,
www.bali-incense.com,
www.tamansari.jp, dan beberapa situs
lain.
Selain itu, Richard juga inisiator (pencetus dan pengusul) program siaran
berbahasa Indonesia di radio InterFM, Tokyo, sejak berdiri tahun 1996.
InterFM Radio ini satu-satunya radio di Tokyo dan sekitarnya yang memiliki
program siaran berbahasa Indonesia. Saat direncanakan tidak ada rencana
memasukan siaran berbahasa Indonesia dan Richard Susilo tanpa
diperkenalkan siapa pun, langsung mendatangi stasiun radio tersebut,
mencari tahu Program Director, mencetuskan ide siaran berbahasa Indonesia
dan akhirnya ide berhasil diterima.
Kegiatan dan pengalamannya sebagai pehobi filateli juga cukup lengkap.
Pada 1990-1993 menjadi Penasehat Filateli Pemerintah Indonesia (anggota
Dewan Pembina Perfilatelian Indonesia yang diketuai Dirjen Postel). Juga pengajar di Perguruan Tinggi Pos, Bandung (1993), Sekretaris Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Cabang
Jakarta, Ketua Himpunan Penulis Filateli Indonesia.
Juga pernah aktif sebagai Anggota Tim Pos/Filateli Indonesia untuk
Pameran Filateli Internasional PhilaKorea82 di Seoul dan Komisaris Indonesia untuk Pameran Filateli Remaja Internasional
Dusseldorf 1990. Penceramah Filateli di berbagai tempat di Indonsia (Jakarta,
Bali, Padang, Yogyakarta,
Bandung, Bogor, Lampung, Semarang, Lasem, dan sebagainya).
Juri Tetap Filateli Nasional Indonesia. Ketua Panitia Pameran Filateli (mulai lokal sampai dengan Nasional) di
Indonesia. Komisaris Eksekutif ASEANPEX'92. Ketua panitia kegiatan filateli lain (Lomba Clipping, Lomba Penulisan
Filateli, dll)
Anggota PFI sejak tahun 1973 dan Redaksi "Berita Filateli" or BERIFIL
(1980-1993), diterbitkan sebulan sekali. Penemu kata Carik Kenangan -
terjemahan dari Souvenir Sheet (1985).
Richard juga aktif di berbagai organisasi. Di antaranya, anggota seumur hidup dari American Philatelic Society (APS)
dan American Philatelic Research Library (APRL), serta anggota seumur
hidup American Topical Association (ATA), anggota Japan Philatelic
Society (JPS member #S-3113) dan anggota The Royal Philatelic Society
London (RPSL).
Juga aktif sebagai anggota Kisha Club, Persatuan Wartawan Jepang, sejak
1993 dan anggota Foreign Corresponden Club of Japan (FCCJ), Persatuan
Wartawan Asing di Jepang, sejak 1993.
Atas berbagai aktivitasnya itu, dia mendapat penghargaan dari Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis
Indonesia sebagai Filatelis Indonesia yang telah banyak berjasa
mengembangkan perfilatelian di Indonesia - 1997. Namun Penghargaan
tersebut ditolak Richard Susilo, karena merasa belum pantas menerima.
Tsunami
Warga biasa Jepang, yang sehari-hari juga memiliki uang pas-pasan,
serta mengenal dan mencintai Indonesia, menyumbangkan Rp91 juta buat
korban gempa dan tsunami di Aceh. Dana kemanusiaan itu dikumpulkan selama
bulan Januari lalu dan dikoordinir oleh Forum Ekonomi Jepang-Indonesia
(JIEF).
Koordinator JIEF, Richard Susilo, disaksikan Konsul Jenderal Jepang di
Medan, Hiroharu Hashi, menyerahkan sumbangan itu kepada Pastor Yohanes
Budi Haryanto, OSC di Keuskupan Agung Medan.
"Sumbangan ini benar-benar dari kalangan bawah warga Jepang yang kenal dan
mencintai Indonesia. Bahkan ada wanita tua Jepang dengan pakaian sangat
sederhana, yang sangat prihatin kepada Indonesia, mengetahui saya warga
Indonesia, langsung spontan mengeluarkan dompet dan memberikan uang tunai
50,000 yen," papar Richard.
Sambutan dan tanggapan yang sangat baik serta spontan dari warga Jepang
disampaikan kepada masyarakat Indonesia di Jepang. Sedangkan dari kalangan
eksekutif, warga yang memiliki uang banyak serta perusahaan, biasanya
disampaikan kepada Palang Merah Jepang dan atau organisasi ekonomi Jepang
seperti Keidanren.
Dukungan penuh warga Jepang kepada Indonesia ini karena di berbagai daerah
di Jepang sangat sering terjadi gempa bumi, "Hampir setiap hari sehingga
saya yang tinggal di lantai 10 sebuah apartemen, merasa digoyang seperti
berdansa terus setiap hari. Mengerikan memang tetapi apa boleh buat. Dan
apabila gempa itu sangat besar, banyak penderitaan terjadi seperti kita
ketahui 10 tahun lalu di Kobe dan tahun lalu di Niigata," lanjut Richard.
Dari pemerintah Jepang pun telah memutuskan membantu USD500 juta bagi
negara-negara yang terpukul Tsunami. Dalam bentuk makanan dan barang
sebesar USD400.000 lalu hibah USD1,500,000 kepada Indonesia. Bantuan
Jepang juga disampaikan melalui Bank Dunia dan Bank Perkembangan Asia
sebesar USD250 juta.
Bantuan yang disampaikan masyarakat Jepang tersebut diperkirakan tidak
akan berhenti di sini saja. Untuk itu pihak JIEF, tambah Richard,
berinisiatif akan mengumpulkan tambahan bantuan yang akan masuk nantinya,
dan diprioritaskan bagi bea siswa anak-anak Sumatera khususnya yang
terkena bencana di Aceh dan Sumatera Utara, "Misalnya untuk bea siswa
anak-anak Sekolah Dasar dan sebagainya."
Selain sumbangan warga Jepang dikumpulkan oleh JIEF, berbagai pelajar
Indonesia yang ada di Jepang, mulai Hokkaido sampai dengan Okinawa, semua
berhasil mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan untuk para korban bencana
gempa dan tsunami di Aceh. Diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 5 juta
yen.
Tidak heran di beberapa tempat di Jepang beberapa waktu lalu di tempat
umum bertebaran beberapa aktivis yang meminta langsung dari para pejalan
kaki sumbangan tersebut dan bahkan juga dengan inisiatif sendiri membuat
konser pertunjukan seni Indonesia yang hasilnya untuk dana kemanusiaan
tersebut. ►e-ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Source:
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/r/richard-susilo/index.shtml
|
|